Visi:
"PENINGKATAN MUTU DAN KAPASITAS KADER MELALUI PENGUATAN BASIC KEILMUAN DAN BUDAYA ILMIAH MENUJU PENGUATAN KELEMBAGAAN SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT"
Misi:
1. PENGUATAN BASIC INTELEKTUALITAS DAN BUDAYA ILMIAH DARI KADER
2. MENUMBUHKAN SEMANGAT BERLEMBAGA KEMA MELALUI PROSES PENGKADERAN DAN PERGERAKAN
3. MEMBANGUN HUBUNGAN KOMUNIKASI YANG BAIK ANTAR KEMA EKONOMI.
Jumat, 16 Desember 2011
DEP.HUMAS - TOEFL TEST
DEPT. HUMAS SEMA FEUH bekerjasama dengan IMMAJ FE UH akan menyelenggarakan EPT TOEFL TEST yang didukung oleh LBPP LIA...
EPT (TOEFL) TEST adalah merk dagang yang dimiliki oleh LBPP LIA...
EPT (TOEFL) TEST merupakan test kemampuan berbahasa inggris dengan sertifikat dari LBPP LIA Pusat yang telah diakui secara nasional...
dengan biaya asli Rp 420.000,-, melalui kegiatan ini biaya hanya Rp 350.000,-
kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Januari 2012
08.00 - 10.00 pembahasan Kisi-kisi tes TOEFL.
10.15 - 12.30 adalah Tes TOEFL.
Untuk Pendaftaran dan Pembayaran silahkan menghubungi:
Fuad (085298457414)
Nova (08981811986)
untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Dept. Humas SEMA FE UH (hasma 085656051316 / 081242890260)
Sabtu, 03 Desember 2011
FIS FUTSAL COMPETITON
Baru-baru ini, Departemen Minat & Bakat SEMA FE UH mengadakan kegiatan pertandingan futsal se-Fakultas Ilmu Sosial. Nama kegiatan adalah FIS ( Fakultas Ilmu Sosial ) Futsal Competition dengan Tema Kegiatan SPORTIFITAS DALAM SEMANGAT FIS. Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini untuk menyalurkan bakat-bakat olahraga khususnya futsal yang ada di Fakultas Ilmu Sosial Unhas serta membangun rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Adapun sasaran kegiatan ini adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Hasanuddin.
Kegiatan ini berlangsung selama 8 hari, dari hari Senin tanggal 21 November hingga 1 Desember 2011. setiap harinya pertandingan di mulai setelah jam perkuliahan selesai dilaksanakan, sekitar pukul 4 sore.Penanggung jawab kegiatan, Aryo Wahyudi (Departemen Minat & Bakat), mengatakan bahwa tak jarang pertandingan mengalami perubahan jadwal dikarenakan kondisi cuaca yang terkadang tidak mendukung. Pertandingan penyisihan berlangsung di Lapangan Futsal PKM UH. Untuk pertandingan semi final dan final dilaksanakan di Futsal Growth Center.
Tim-tim futsal yang bertanding:
1. Ikatan Mahasiswa Manajemen FEUH
2. Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia UH
3. Keluarga Mahasiswa Sosiologi UH
4. Hukum A UH
5. Panser Humanis Sastra UH
6. Keluarga Anak Tangga Sastra UH
7. Himpunan Mahasiswa Arab UH
8. Himpunan MahasiswaPrancis UH
9. Ikatan Mahasiswa Akuntansi FEUH
10. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi A FEUH
11. Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UH
12. ERNIPALA FEUH
13. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi B FEUH
14. Hukum B UH
15. Sastra Jepang UH
16. Ekskul Bola Sospol UH
Juara I FIS Futsal Competition – HIMAJIE B FEUH
Juara II FIS Futsal Competition – IMMAJ FEUH
HIMAJIE B vsIMMAJ
Senin, 31 Oktober 2011
RESUFFLE PENGURUS SEMA FE-UH
No. / KPTS/A/ IST/ SEMA FE-UH /X/ 2011
SUSUNAN PENGURUS SENAT MAHASISWA
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN
PERIODE 2011-2012
KETUA UMUM : USMAN SALEH LA EDE
SEKERTARIS UMUM : KURNIAWAN
WAKIL SEKERTARIS UMUM : YULI PERMATASARI
BENDAHARA : NURUL AMALINA
DEPARTEMEN PENGKADERAN
DWI INDAH PRATIWI
ANDI RARA BIDJA GADING
BILAL A.WAHID
SELVY A. SYARIEF
DEPARTEMEN MINAT & BAKAT
ZETH ABADI T.
ARIO WAHYUDI
HENDRIK
PIERCE ABRIM Y.
DEPARTEMEN AKSI & ADVOKASI
MUH.FURQAN AMANSYAH
ACHMAD SATRIA IDAMAN
NURUL FAJRI
SURYAWINARWAN
DEPARTEMEN KESEKERTARIATAN
ZIPRAH ARISANDY
INDRIANTI LINTING
ALDONA PRISILIA
ALHIRIANI
DEPARTEMEN HUMAS
HASMIRA ANWAR
ANDI ZULKIFLI
OLIVIA DEVI. YP
HASMA LAELY MUSTAIN
DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS
NURUL ARIFAH
MUH. TAUFIK MALIK
MUAYYIDIL HAQ
SRI RAHAYU
BADAN SEMI OTONOM
EQULIBRIUM ABDUL DARMANTO
CSEIR MUH.YUSRAN
MEDKOM DIAN SABRINA
No. / KPTS/A/ IST/ SEMA FE-UH /X/ 2011
SUSUNAN PENGURUS SENAT MAHASISWA
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN
PERIODE 2011-2012
KETUA UMUM : USMAN SALEH LA EDE
SEKERTARIS UMUM : KURNIAWAN
WAKIL SEKERTARIS UMUM : YULI PERMATASARI
BENDAHARA : NURUL AMALINA
DEPARTEMEN PENGKADERAN
DWI INDAH PRATIWI
ANDI RARA BIDJA GADING
BILAL A.WAHID
SELVY A. SYARIEF
DEPARTEMEN MINAT & BAKAT
ZETH ABADI T.
ARIO WAHYUDI
HENDRIK
PIERCE ABRIM Y.
DEPARTEMEN AKSI & ADVOKASI
MUH.FURQAN AMANSYAH
ACHMAD SATRIA IDAMAN
NURUL FAJRI
SURYAWINARWAN
DEPARTEMEN KESEKERTARIATAN
ZIPRAH ARISANDY
INDRIANTI LINTING
ALDONA PRISILIA
ALHIRIANI
DEPARTEMEN HUMAS
HASMIRA ANWAR
ANDI ZULKIFLI
OLIVIA DEVI. YP
HASMA LAELY MUSTAIN
DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS
NURUL ARIFAH
MUH. TAUFIK MALIK
MUAYYIDIL HAQ
SRI RAHAYU
BADAN SEMI OTONOM
EQULIBRIUM ABDUL DARMANTO
CSEIR MUH.YUSRAN
MEDKOM DIAN SABRINA
Kamis, 29 September 2011
Penerimaan Peserta Studi Banding
Universitas : STIE Palopo
Kota Asal : Palopo
Hari / tanggal : Jumat, 23 September 2011
Waktu : 08.30 – 11.45
Jumlah peserta : 68 orang
Bentuk Kegiatan : Dialog dan diskusi
Rabu, 21 September 2011
MERAH PUTIH EKONOMI INDONESIA
Oleh : Ady Suriadi ( Sekjend Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia )
Secara harfiah arti kata merdeka adalah “ Bebas”. Di hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia tercinta yang ke 66, tentu menjadi pertanyaan bagi kita semua apakah Indonesia sudah mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya atau kita sebenarnya masih dijajah, walau secara tampakan fisik kita terbebas dari penjajahan itu, Namun kita tidak bisa menutup mata di usianya yang ke 66, Indonesia masih dijajah secara ekonomi, Ini terbukti Dominasi asing semakin kuat pada sektor – sektor strategis, mulai dari sektor keuangan, energi, sumber daya mineral, telekomunikasi , serta perkebunan. Sehingga dengan dominasi asing tersebut seringkali kepentingan masyarakat Indonesia tersandera oleh kepentingan mereka.
Berdasarkan data yang ada, Pihak asing telah menguasai 50,6 persen aset perbankan nasional sehingga sekitar Rp. 1.551 triliun dari aset total perbankan nasional Rp. 306 triliun dikuasai asing . Tak hanya perbankan, asuransi juga didominasi asing. Dari 45 perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di Indonesia tak sampai setengahnya yang murni milik Indonesia, kalau dikelompokkan dari asuransi yang ekuitasnya diatas Rp.750 Miliar hampir semunya usaha patungan. Dari sisi perolehan premi lima besarnya adalah perusahaan asing.
Dari Sektor petambangan Asing menguasai 75 persen pertambangan kita,Industri telekomunikasi juga demikian parah karena asing sudah hampir menguasai keseluruhan jasa telekomunikasi yang ada di negeri ini.berdasarkan catatan yang ada, 6 perusahaan penyedia jasa telekomunikasi sudah dikuasai oleh asing dengan kepemilikan yang bervariasi sebagai berikut : SmartFren telecom 23,91 %, Telkomsel 35 %, Hutchinson 60 % , Indosat 70,14 %, XL Axiata 80 %, Natrindo 95 %. Sektor Industri kelapa sawit juga tidak ketinggalan sudah sikuasai oleh berbagai perusahaan dari negara asing. Guthrie Bhd ( Malaysia ) menguasai 167.908 hektar , Wilmar Internatioal Group ( Singapura ) menguasai 85.000 hektar, Hindoli – Cargil ( Amerika Serikat ) menguasai 63.455 hektar, Kuala Lumpur Kepong Bhd (Malaysia ) menguasai 45.714 hektar, SIPEF Group ( Belgia ) menguasai 30.952 hektar, dan Golden Hope Group ( Malaysia ) menguasai 12.810 hektar
Bukan itu saja,di pasar modal kepemilikan investor asing mencapai 60-70 % dari semua saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek . BUMN juga demikian, dari semua BUMN yang telah diprivatisasi kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen, dan yang lebih parah lagi adalah sector minyak dan gas. Porsi operator minyak dan gas sekitar 25 % selebihnya 75 % dikuasi oleh asing.
Utang Indonesia juga semakin tinggi yang hingga bulan juli 2011 mencapai Rp. 1.733,64 triliun ,dan sepertinya akan terus mangalami peningkatan setiap bulan. dibanding dari bulan Juni 2011 Utang Indonesia Rp 1.723,9 triliun, dan pada bulan Mei Rp 1.716,56 triliun, dan Rp 1.676,85 pada Desember 2010.
Kalau pendahulu kita rela mengorbankan jiwa raganya demi sejengkal tanah air Indonesia, semestinya kita yang hidup dinegeri yang kaya raya ini harus berupaya untuk menegakkan kedaulatan ekonomi Indonesia tanpa harus “ menete “ dari pihak asing, walau kita juga tidak bisa menafikkan bahwa kita butuh kerjasama ekonomi internasional tentu dengan takaran yang proporsional bukan malah menciptakan ketergantungan.
Walau berbagai fenomena social yang terkadang menimbulkan kekesalan kolektif terhadap keadaan dan penguasa serta tidak jarang peristiwa menabur benih pesimisme, Di hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ini semoga suatu saat Indonesia bisa bangkit berdiri di atas kakinya sendiri ( MERAH PUTIH EKONOMI INDONESIA ).
Maha – Siswa
Oleh : Ady Suriadi*
“Tugas kita sebagai intelektual adalah menciptakan sejarah
dengan membangun gerakan pemikiran dan
kesadaran kritis untuk memberi makna masa depan kita sendiri”
(Alm. Mansour Faqih)
Ketika masih duduk dibangku sekolah seorang siswa diperhadapkan dengan berbagai pilihan untuk menjadi apa saja dan bagaimana mencapai pilihan tersebut. Keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pun jelaslah bukan akhir dari berbagai pilihan. Dengan keputusan menjadi seorang mahasiswa ternyata makin memperpanjang daftar pilihan hidup. Karena dengan begitu artinya status, karakter, dan tanggung jawab akan bertambah, dan tak dapat dipungkiri ini merupakan suatu potensi yang sangat besar untuk menghadirkan berbagi konflik dalam diri mahasiswa.
Dalam konteks psikologi, masa-masa menjadi mahasiswa adalah waktu di mana aturan-aturan yang ketat yang kemudian menjadi media penghambat libido dan hasrat seseorang. Dalam psikologi disebut dengan istilah Fiksasi, ini semakin mengendur atau semakin pudar, dan bukan tidak mungkin ini akan melahirkan efek yang meledak-ledak atau yang biasa disebut dengan istilah Katarsis. Sebagai contoh, pada waktu dibangku sekolah, seorang siswa harus menjalani suatu rutinitas yang secara ketat diatur oleh pihak sekolah, seperti jam masuk, jam pulang dan pakaian seragam serta berbagai aturan lain yang benar-benar membatasi gerak seorang siswa. Belum lagi aturan rumah yang tak kalah ketatnya, akibat anggapan bahwa seorang siswa belum cukup dewasa untuk menentukan pilihannya sendiri. Inilah yang dimaksud dengan fiksasi. Dan ketika siswa tersebut masuk ke dalam dunia kampus di mana tidak ada lagi aturan yang begitu ketatnya maka ini bisa saja menjadi ruang yang tepat untuk melakukan apa saja yang mungkin dianggap “tabu” ketika masih duduk di bangku sekolah, baik itu bermanfaat ataupun sebaliknya.
Ungkapan hidup ini adalah pilihan dan setiap pilihan pasti ada koskwensinya masing – masing,sangatlah tepat untuk digunakan untuk memaknai pilihan untuk menjadi “maha”siswa. Berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya ( baca angkatan ) terdapat 4.600.000 orang yang masuk bangku Sekolah Dasar dan pada angkatan yang sama jumlah siswa yang memasuki bangku pendidikan tinggi hanya 292.000 orang, ini berarti ada selisih 4.308.000 orang. Selisih itulah yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi yang disebabkan karena banyak factor termasuk kendala biaya. Meminjam istilah bapak Anies Baswedan ( pendiri Yayasan Indonesia Mangajar ) “kita yang pernah dan merasakan bangku perkuliahan adalah termasuk orang – orang yang beruntung karena termasuk jumlah yang kecil yang bisa merasakan pendidikan Tinggi yang hanya bisa menjadi impian bagi orang – orang yang tidak bisa mancapainya”. Status beruntung itu tentu menjadi predikat yang mesti dipertanggung jawabkan karena tentu disadari bahwa jumlah 4.308.000 orang. Adalah termasuk mereka yang keterbatasan biaya ( warga yang pendapatannya hanya untuk memenuhi kehidupan sehari – hari ), maka dari itu orang – orang yang “ beruntung “ itu haruslah bertanggung jawab atas statusnya sebagai mahasiswa untuk berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat bagi sesama mahluk Ciptaan Tuhan khususnya bagi mereka yang termarjinalkan secara ekonomi dan pendidikan.
Memasuki kerajaan ilmu yang bernama Universitas, Mahasiswa diperhadapkan pada tanggung jawab bukan hanya Tri Darma Perguruan Tinggi ( Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat ) tapi lebih dari itu seorang yang mengaku sebagai kaum intelektual ( baca mahasiswa ) senantiasa dituntut secara moral untuk menjalankan fungsi Agent Of Change, social control and moral force, sehingga menjadi wajib hukumnya bagi sang mahasiswa melakukan pembelaan terhadap segala bentuk penindasan yang terjadi di sekitarnya karena sudah merupakan taggung jawab sosial bagi dirinya, namun mahasiswa tidaklah cukup dengan Mengepalkan tangan dan berteriak kemudian melupakan kompetensi yang semestinya dimiliki. Seorang Mahasiswa juga dituntut untuk menguasai bidang ilmu yang tentu mutakhir, menguasai kemampuan bahasa asing, serta membangun jaringan dengan dunia luar, karena dengan itu Mahasiswa akan menentukan masa depannya sendiri.Kenapa harus bersinergi antara kewajiban, fungsi,Tanggung jawab, serta tuntutan zaman bagi Mahasiswa?? Karena IPK yang tinggi hanya akan mengantarkan anda sampai memenuhi panggilan wawancara (titik).sedangkan di meja wawancara yang menentukan adalah kemampuan komunikasi, analithical Thingking, Organizational Eksperience, serta jiwa Kepemimpinan yang Mahasiswa miliki, dan itu didapatkan bukan di meja kuliah saja, tetapi butuh tempat lain ( lembaga mahasiswa dan realitas social ) untuk menemukannya, walau itu tidak bisa dijadikan alasan IPK rendah.
(Suryadi_harun@yahoo.co.id)
*Sekjend Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia
“Tugas kita sebagai intelektual adalah menciptakan sejarah
dengan membangun gerakan pemikiran dan
kesadaran kritis untuk memberi makna masa depan kita sendiri”
(Alm. Mansour Faqih)
Ketika masih duduk dibangku sekolah seorang siswa diperhadapkan dengan berbagai pilihan untuk menjadi apa saja dan bagaimana mencapai pilihan tersebut. Keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pun jelaslah bukan akhir dari berbagai pilihan. Dengan keputusan menjadi seorang mahasiswa ternyata makin memperpanjang daftar pilihan hidup. Karena dengan begitu artinya status, karakter, dan tanggung jawab akan bertambah, dan tak dapat dipungkiri ini merupakan suatu potensi yang sangat besar untuk menghadirkan berbagi konflik dalam diri mahasiswa.
Dalam konteks psikologi, masa-masa menjadi mahasiswa adalah waktu di mana aturan-aturan yang ketat yang kemudian menjadi media penghambat libido dan hasrat seseorang. Dalam psikologi disebut dengan istilah Fiksasi, ini semakin mengendur atau semakin pudar, dan bukan tidak mungkin ini akan melahirkan efek yang meledak-ledak atau yang biasa disebut dengan istilah Katarsis. Sebagai contoh, pada waktu dibangku sekolah, seorang siswa harus menjalani suatu rutinitas yang secara ketat diatur oleh pihak sekolah, seperti jam masuk, jam pulang dan pakaian seragam serta berbagai aturan lain yang benar-benar membatasi gerak seorang siswa. Belum lagi aturan rumah yang tak kalah ketatnya, akibat anggapan bahwa seorang siswa belum cukup dewasa untuk menentukan pilihannya sendiri. Inilah yang dimaksud dengan fiksasi. Dan ketika siswa tersebut masuk ke dalam dunia kampus di mana tidak ada lagi aturan yang begitu ketatnya maka ini bisa saja menjadi ruang yang tepat untuk melakukan apa saja yang mungkin dianggap “tabu” ketika masih duduk di bangku sekolah, baik itu bermanfaat ataupun sebaliknya.
Ungkapan hidup ini adalah pilihan dan setiap pilihan pasti ada koskwensinya masing – masing,sangatlah tepat untuk digunakan untuk memaknai pilihan untuk menjadi “maha”siswa. Berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya ( baca angkatan ) terdapat 4.600.000 orang yang masuk bangku Sekolah Dasar dan pada angkatan yang sama jumlah siswa yang memasuki bangku pendidikan tinggi hanya 292.000 orang, ini berarti ada selisih 4.308.000 orang. Selisih itulah yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi yang disebabkan karena banyak factor termasuk kendala biaya. Meminjam istilah bapak Anies Baswedan ( pendiri Yayasan Indonesia Mangajar ) “kita yang pernah dan merasakan bangku perkuliahan adalah termasuk orang – orang yang beruntung karena termasuk jumlah yang kecil yang bisa merasakan pendidikan Tinggi yang hanya bisa menjadi impian bagi orang – orang yang tidak bisa mancapainya”. Status beruntung itu tentu menjadi predikat yang mesti dipertanggung jawabkan karena tentu disadari bahwa jumlah 4.308.000 orang. Adalah termasuk mereka yang keterbatasan biaya ( warga yang pendapatannya hanya untuk memenuhi kehidupan sehari – hari ), maka dari itu orang – orang yang “ beruntung “ itu haruslah bertanggung jawab atas statusnya sebagai mahasiswa untuk berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat bagi sesama mahluk Ciptaan Tuhan khususnya bagi mereka yang termarjinalkan secara ekonomi dan pendidikan.
Memasuki kerajaan ilmu yang bernama Universitas, Mahasiswa diperhadapkan pada tanggung jawab bukan hanya Tri Darma Perguruan Tinggi ( Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat ) tapi lebih dari itu seorang yang mengaku sebagai kaum intelektual ( baca mahasiswa ) senantiasa dituntut secara moral untuk menjalankan fungsi Agent Of Change, social control and moral force, sehingga menjadi wajib hukumnya bagi sang mahasiswa melakukan pembelaan terhadap segala bentuk penindasan yang terjadi di sekitarnya karena sudah merupakan taggung jawab sosial bagi dirinya, namun mahasiswa tidaklah cukup dengan Mengepalkan tangan dan berteriak kemudian melupakan kompetensi yang semestinya dimiliki. Seorang Mahasiswa juga dituntut untuk menguasai bidang ilmu yang tentu mutakhir, menguasai kemampuan bahasa asing, serta membangun jaringan dengan dunia luar, karena dengan itu Mahasiswa akan menentukan masa depannya sendiri.Kenapa harus bersinergi antara kewajiban, fungsi,Tanggung jawab, serta tuntutan zaman bagi Mahasiswa?? Karena IPK yang tinggi hanya akan mengantarkan anda sampai memenuhi panggilan wawancara (titik).sedangkan di meja wawancara yang menentukan adalah kemampuan komunikasi, analithical Thingking, Organizational Eksperience, serta jiwa Kepemimpinan yang Mahasiswa miliki, dan itu didapatkan bukan di meja kuliah saja, tetapi butuh tempat lain ( lembaga mahasiswa dan realitas social ) untuk menemukannya, walau itu tidak bisa dijadikan alasan IPK rendah.
(Suryadi_harun@yahoo.co.id)
*Sekjend Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia
Senin, 05 September 2011
RUNDOWN KEGIATAN KAPITAL '11
Rundown Kegiatan Pra Pengkaderan Awal Tingkat SENAT MAHASISWA FE UH
KAPITAL '11
Hari/Tanggal : Sabtu/10 September 2011
08.00 - 09.15 Pengumpulan
09.15 - 11.45 Materi "Potensi Kecerdasan Manusia"
11.45 - 12.00 Pengumpulan
12.00 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.15 Pengumpulan
13.15 - 15.15 Materi "Kemanusiaan"
15.15 - 15.30 Persiapan pulang - pulang …..
Hari/Tanggal : Minggu/11 September 2011
09.00 - 10.15 Pengumpulan
10.15 - 12.15 Materi "Kesadaran Kritis"
12.15 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.15 Pengumpulan
13.15 - 14.15 Games
14.15 - 15.30 Persiapan pulang - pulang …..
Hari/Tanggal : Sabtu/17 September 2011
08.00 - 09.15 Pengumpulan
09.15 - 11.45 Materi "Etika Moralitas"
11.45 - 12.00 Pengumpulan
12.00 - 13.00 Ishoma
13.00 - 14.00 Persiapan pulang - pulang …..
Hari/Tanggal : Minggu/18 September 2011
09.00 - 10.15 Pengumpulan
10.15 - 12.15 Materi "Identitas Mahasiswa"
12.15 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.15 Pengumpulan
13.15 - 14.15 Diskusi pra tugas Keekonomian
14.15 - 15.00 Persiapan pulang - pulang …..
KAPITAL '11
Hari/Tanggal : Sabtu/10 September 2011
08.00 - 09.15 Pengumpulan
09.15 - 11.45 Materi "Potensi Kecerdasan Manusia"
11.45 - 12.00 Pengumpulan
12.00 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.15 Pengumpulan
13.15 - 15.15 Materi "Kemanusiaan"
15.15 - 15.30 Persiapan pulang - pulang …..
Hari/Tanggal : Minggu/11 September 2011
09.00 - 10.15 Pengumpulan
10.15 - 12.15 Materi "Kesadaran Kritis"
12.15 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.15 Pengumpulan
13.15 - 14.15 Games
14.15 - 15.30 Persiapan pulang - pulang …..
Hari/Tanggal : Sabtu/17 September 2011
08.00 - 09.15 Pengumpulan
09.15 - 11.45 Materi "Etika Moralitas"
11.45 - 12.00 Pengumpulan
12.00 - 13.00 Ishoma
13.00 - 14.00 Persiapan pulang - pulang …..
Hari/Tanggal : Minggu/18 September 2011
09.00 - 10.15 Pengumpulan
10.15 - 12.15 Materi "Identitas Mahasiswa"
12.15 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.15 Pengumpulan
13.15 - 14.15 Diskusi pra tugas Keekonomian
14.15 - 15.00 Persiapan pulang - pulang …..
Sabtu, 03 September 2011
Term of Reference KAPITAL '11
Term of Reference (TOR) Pengkaderan Awal tingkat Senat Mahasiswa FE-UH KAPITAL 2011
Organisasi kemahasiswaan adalah cermin aktualisasi fungsi mahasiswa sebagai kaum intelektual yang menjunjung tinggi idealisme dan moralitas. Organisasi kemahasiswaan yang menjadi tempat mahasiswa berproses dengan belajar berbasis pengalaman merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan kepemudaan dengan sejarahnya masing-masing. Sejarah gerakan kepemudaan di Indonesia mencatat berbagai peran pemuda dalam melakukan perubahan, diawali dengan terbentuknya Boedi Oetomo, sebuah organisasi kepemudaan yang mengarah kepada kemajuan bangsa. Perkumpulan yang beranggotakan para pelajar STOVIA (sekolah kedokteran yang ada di batavia) ini lahir dari pemikiran kritis para pemuda pada waktu itu yang melihat berbagai kemunduran akibat kolonialisme Belanda dan bertujuan untuk memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, serta kebudayaan. Berdirinya Boedi Oetomo kemudian memicu para pelajar lain untuk mengorganisir dirinya dan kemudian membentuk berbagai organisasi kepemudaan dengan melepaskan diri dari kolonialisme Belanda sebagai tujuan utamanya.
Mohammad Hatta, salah satu bapak pendiri sekaligus wakil presiden pertama Indonesia, dalam masa mudanya ketika masih menjadi pelajar di Belanda telah mendirikan organsiasi kepemudaan yang bernama Indische Vereeninging. Perkumpulan yang lebih dikenal dengan Perhimpunan Indonesia ini dibentuk dengan tujuan memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia serta memajukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda di Indonesia. Saat beberapa anggotanya yang masih menjadi pelajar di Belanda kembali ke Indonesia mereka membentuk kelompok-kelompok studi, antara lain Kelompok Studi Indonesia yang dibentuk di Surabaya oleh Soetomo dan Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) yang direalisasikan oleh Soekarno beserta para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung. Dari sinilah muncul berbagai kelompok-kelompok yang kemudian berkumpul dalam Kongres Pemuda II dan melahirkan berbagai kesepakatan yang sekarang banyak dikenal sebagai Sumpah Pemuda.
Selain dari semua yang telah disebutkan diatas para pemuda juga memiliki andil pada kemerdekaan Indonesia, dimotori oleh Chairul Saleh serta Soekarni mereka bergerak dengan metode bawah tanah menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tidak berhenti disitu, perjuangan pemuda mahasiswa juga terjadi setelah kemerdekaan. Perjuangan dalam menanggapi isu-isu sosial kemasyarakatan terlihat dalam beberapa momentum, seperti ketika menjatuhkan rezim orde lama, dimana tokoh pemuda mahasiswa yang mengemuka pada waktu itu adalah Soe Hok Gie. Setelah itu represi terhadap gerakan mahasiswa gencar dilakukan oleh rezim orde baru dengan mengerahkan militer untuk mengawasi segala hal yang dilakukan oleh mahasiswa, hal ini kembali membuat mahasiswa mengerahkan metode gerakan bawah tanah untuk mempersiapkan perjuangan melawan represi orde baru. Puncaknya, saat terjadi gerakan besar dipicu oleh krisis moneter yang mengakibatkan menurunnya kesejahteraan rakyat, seluruh elemen organisasi kepemudaan bersatu bersama masyarakat dalam menumbangkan orde baru yang dinilai gagal menjalankan amanat rakyat. Yang patut ditekankan disini adalah bahwa sejarah tersebut tidak pernah mereduksi peran-peran seluruh golongan masyarakat lain seperti kaum buruh, kaum tani dan kaum miskin dalam perubahan sosial. Golongan masyarakat inilah yang sebenarnya sangat berperan dalam pembangunan bangsa kita, pemuda mahasiswa hanya tampil dengan berbekal kemampuan intelektualitasnya.
Tanggung jawab atas intelektualitas yang melekat pada segenap pemuda mahasiswa tercermin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, ketiga aspek ini yang menjadi landasan pemuda mahasiswa dalam menjalankan kesehariannya. Namun, idealisme tersebut agaknya mulai direduksi oleh berbagai tindakan atau perlakuan yang sangat melenceng dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, terlihat dari maraknya kasus tawuran dan perkelahian antar mahasiswa, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai kasus yang menjurus ke arah kriminal lainnya. Hal lain yang tidak kalah menakutkannya adalah ketika mahasiswa hanya menghabiskan banyak waktunya di pusat perbelanjaan daripada belajar, budaya bermewah-mewahan atau hedonisme, serta sikap apatis mahasiswa terhadap lingkungan sosial kemasyarakatan sekitarnya. Berbagai hal inilah yang mengurangi intelektualitas, integritas, serta tanggung jawab para mahasiswa dan tidak bisa dipungkiri berbagai hal yang tersebut telah mengemuka belakangan ini. Jelas, hal ini akan mengaburkan tugas dan jati diri mahasiswa itu sendiri dan gambaran di atas sangat jauh bertolak belakang dengan gambaran pemuda mahasiswa seperti yang kita lihat pada masa sebelumnya. Dengan kata lain kita tidak akan pernah lagi mendapati para pemuda seperti Soekarno, Hatta, Soe Hok Gie serta pemuda lain yang dengan intelektualitas serta semangat progresifnya mampu mendorong perubahan di Indonesia. Kita hanya akan mendapati para pemuda mahasiswa di pusat-pusat perbelanjaan menghabiskan uang serta tertawa untuk hal-hal yang sangat tidak substansial untuk mereka lakukan. Melihat hal tersebut perlu adanya suatu wadah dimana nilai luhur perguruan tinggi tetap terjaga demi suatu pencapaian yang riil untuk kemajuan masyarakat.
Organisasi kemahasiswaan sebagai wadah kolektifitas mahasiswa bertugas untuk membangun kekuatan mahasiswa sebagaimana yang tergambar dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan kerja-kerja kolektif di organisasi kemahasiswaan tentunya pembangunan karakter mahasiswa yang intelek dan bertanggung jawab dapat lebih terarah. Secara lebih terperinci nilai-nilai yang ingin ditonjolkan untuk membangun karakter mahasiswa seperti yang tergambar di atas tidak boleh melenceng dari nilai-nilai kemanusiaan, nilai kemanusiaan inilah yang kemudian menjadi ruh dalam setiap gerak di organisasi kemahasiswaan. Maka dengan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan inilah, prosesi pengkaderan sebagai alat penyampai nilai tersebut kepada seluruh mahasiswa menjadi rutinitas dalam organisasi kemahasiswaan. Poin inilah yang belakangan ini sering dilupakan oleh orang-orang yang bergerak di organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan proses pengkaderan. Nuansa pengkaderan yang selama ini diidentikkan dengan kekerasan dan perpeloncoan menjadi momok dalam setiap pelaksanaannya, sehingga permasalahan ini menjadi perhatian utama kami dalam menciptakan konsep dan pada pengawalan pelaksanaan kegiatan pengkaderan. Kecenderungan yang terjadi belakangan ini telah menuju ke arah positif, budaya primitif tersebut dapat digantikan dengan budaya yang menonjolkan semangat kebersamaan dan intelektualitas. Proses pengkaderan inilah yang menjadi poin penting dalam kerja organisasi yang kemudian bertujuan menjaga nilai luhur dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang semakin tereduksi ataupun tergeser oleh hal-hal yang bersifat pragmatis. Tanpa pengkaderan mustahil nilai luhur dalam Tri Dharma
Perguruan Tinggi dapat tersalurkan dengan baik.
Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas (SEMA FE-UH) merupakan organisasi kemahasiswaan yang berorientasi kepada pembangunan karakter mahasiswa sebagaimana yang tercermin dalam Tri Dharma perguruan Tinggi. Sebagaimana visi SEMA FE-UH periode 2011-2012 yaitu Peningkatan Mutu dan Kapasitas Kader Melalui Penguatan Basic Keilmuan menuju Penguatan Kelembagaan Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat. Semangat intelektualitas menuju pengabdian kepada masyarakat menjadi inti dari visi yang dibawa SEMA FE-UH. Maka dari itu, proses pengkaderan yang dilakukan oleh SEMA FE-UH bertujuan untuk menanamkan semangat intelektualitas serta pengabdian kepada masyarakat pada setiap kadernya. SEMA FE-UH memiliki empat tahapan pengkaderan yang ditetapkan untuk semua kadernya yaitu, Pengkaderan Awal tingkat SEMA FE-UH, Pengkaderan Awal tingkat ORMAJU (Organisasi Mahasiswa Jurusan), Pra Latihan Kepemimpinan, dan Latihan Kepemimpinan. Dalam tiap tahapan tersebut terdapat beberapa penekanan yang berbeda. Pengkaderan awal tingkat SEMA FE-UH lebih diarahkan pada pengenalan lingkungan kampus. Tidak bisa dipungkiri bahwa peralihan dari masa SMA sampai kepada kuliah memerlukan beberapa bentuk penyesuaian. Maka dari itu, Pengkaderan Awal tingkat SEMA FE-UH ingin mengenalkan gambaran mahasiswa sebagaimana amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pengkaderan Awal tingkat SEMA FE-UH untuk tahun ini bernama KAPITAL (Kaderisasi; Penanaman Nilai Tahap Awal) 2011, dengan tema Membangun Relasi Intelektualitas menuju Konsistensi Berlembaga dalam Khazanah Kemanusiaan. Dari tema ini ada beberapa poin yang ingin ditekankan seperti, membangun relasi intelektualitas, konsistensi berlembaga, dan dibingkai dalam khazanah kemanusiaan. Sebagaimana penjelasan sebelumnya, kami ingin mengenalkan gambaran mahasiswa yang ideal. Pembangunan relasi intelektualitas berbicara tentang bagaimana membangun semangat intelektualitas mahasiswa sebagaimana ciri khas mahasiswa itu sendiri dan tentunya harus dengan ciri mahasiswa ekonomi yaitu dengan basis keilmuan ekonomi. Basis keilmuan itu sendiri harus dilengkapi dengan pembangunan kesadaran kritis, hal ini dimaksudkan agar dalam mengkaji segala fenomena yang ada kita akan berpikir lebih analitis, objektif, dan kritis. Maksudnya adalah dengan kesadaran kritis seseorang akan menelaah suatu fenomena secara lebih mendalam dan sifatnya menyeluruh. Jadi, basis keilmuan ekonomi bisa dihubungkan dengan berbagai fenomena yang ada baik itu dalam ranah politik, budaya, hukum, dan sebagainya. Membangun kebersamaan antara seluruh mahasiswa menjadi salah satu poin untuk tahap ini sehingga diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang timbul akibat perbedaan-perbedaan etnis, ras, suku, maupun agama. Setelah pembangunan intelektualitas dicapai maka diharapkan kader yang terbentuk adalah kader yang mempunyai konsistensi berlembaga. Konsistensi berlembaga yang dimaksudkan adalah kader yang dengan intelektualitasnya mempunyai integritas yang dapat diandalkan untuk turut membangun Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi UNHAS dalam mencapai tujuannya. Tampakan kader yang dilihat disini adalah kader yang memiliki kedisiplinan serta tanggung jawab akan segala kapasitas yang dimilikinya. Terakhir adalah seluruh proses ini dibingkai dalam khazanah kemanusiaan dimana diharapkan dari proses ini tercipta manusia-manusia yang dengan segala potensinya dapat berpengaruh di lingkungan sekitarnya.
Nama Kegiatan
KAPITAL 2011 (Kaderisasi; Penanaman Nilai Tahap Awal) 2011,
Tema Kegiatan
Membangun Relasi Intelektualitas menuju Konsistensi Berlembaga dalam Khazanah Kemanusiaan.
Tujuan kegiatan
Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pengenalan Kondisi Kampus
Organisasi kemahasiswaan adalah cermin aktualisasi fungsi mahasiswa sebagai kaum intelektual yang menjunjung tinggi idealisme dan moralitas. Organisasi kemahasiswaan yang menjadi tempat mahasiswa berproses dengan belajar berbasis pengalaman merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan kepemudaan dengan sejarahnya masing-masing. Sejarah gerakan kepemudaan di Indonesia mencatat berbagai peran pemuda dalam melakukan perubahan, diawali dengan terbentuknya Boedi Oetomo, sebuah organisasi kepemudaan yang mengarah kepada kemajuan bangsa. Perkumpulan yang beranggotakan para pelajar STOVIA (sekolah kedokteran yang ada di batavia) ini lahir dari pemikiran kritis para pemuda pada waktu itu yang melihat berbagai kemunduran akibat kolonialisme Belanda dan bertujuan untuk memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, serta kebudayaan. Berdirinya Boedi Oetomo kemudian memicu para pelajar lain untuk mengorganisir dirinya dan kemudian membentuk berbagai organisasi kepemudaan dengan melepaskan diri dari kolonialisme Belanda sebagai tujuan utamanya.
Mohammad Hatta, salah satu bapak pendiri sekaligus wakil presiden pertama Indonesia, dalam masa mudanya ketika masih menjadi pelajar di Belanda telah mendirikan organsiasi kepemudaan yang bernama Indische Vereeninging. Perkumpulan yang lebih dikenal dengan Perhimpunan Indonesia ini dibentuk dengan tujuan memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia serta memajukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda di Indonesia. Saat beberapa anggotanya yang masih menjadi pelajar di Belanda kembali ke Indonesia mereka membentuk kelompok-kelompok studi, antara lain Kelompok Studi Indonesia yang dibentuk di Surabaya oleh Soetomo dan Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) yang direalisasikan oleh Soekarno beserta para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung. Dari sinilah muncul berbagai kelompok-kelompok yang kemudian berkumpul dalam Kongres Pemuda II dan melahirkan berbagai kesepakatan yang sekarang banyak dikenal sebagai Sumpah Pemuda.
Selain dari semua yang telah disebutkan diatas para pemuda juga memiliki andil pada kemerdekaan Indonesia, dimotori oleh Chairul Saleh serta Soekarni mereka bergerak dengan metode bawah tanah menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tidak berhenti disitu, perjuangan pemuda mahasiswa juga terjadi setelah kemerdekaan. Perjuangan dalam menanggapi isu-isu sosial kemasyarakatan terlihat dalam beberapa momentum, seperti ketika menjatuhkan rezim orde lama, dimana tokoh pemuda mahasiswa yang mengemuka pada waktu itu adalah Soe Hok Gie. Setelah itu represi terhadap gerakan mahasiswa gencar dilakukan oleh rezim orde baru dengan mengerahkan militer untuk mengawasi segala hal yang dilakukan oleh mahasiswa, hal ini kembali membuat mahasiswa mengerahkan metode gerakan bawah tanah untuk mempersiapkan perjuangan melawan represi orde baru. Puncaknya, saat terjadi gerakan besar dipicu oleh krisis moneter yang mengakibatkan menurunnya kesejahteraan rakyat, seluruh elemen organisasi kepemudaan bersatu bersama masyarakat dalam menumbangkan orde baru yang dinilai gagal menjalankan amanat rakyat. Yang patut ditekankan disini adalah bahwa sejarah tersebut tidak pernah mereduksi peran-peran seluruh golongan masyarakat lain seperti kaum buruh, kaum tani dan kaum miskin dalam perubahan sosial. Golongan masyarakat inilah yang sebenarnya sangat berperan dalam pembangunan bangsa kita, pemuda mahasiswa hanya tampil dengan berbekal kemampuan intelektualitasnya.
Tanggung jawab atas intelektualitas yang melekat pada segenap pemuda mahasiswa tercermin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, ketiga aspek ini yang menjadi landasan pemuda mahasiswa dalam menjalankan kesehariannya. Namun, idealisme tersebut agaknya mulai direduksi oleh berbagai tindakan atau perlakuan yang sangat melenceng dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, terlihat dari maraknya kasus tawuran dan perkelahian antar mahasiswa, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai kasus yang menjurus ke arah kriminal lainnya. Hal lain yang tidak kalah menakutkannya adalah ketika mahasiswa hanya menghabiskan banyak waktunya di pusat perbelanjaan daripada belajar, budaya bermewah-mewahan atau hedonisme, serta sikap apatis mahasiswa terhadap lingkungan sosial kemasyarakatan sekitarnya. Berbagai hal inilah yang mengurangi intelektualitas, integritas, serta tanggung jawab para mahasiswa dan tidak bisa dipungkiri berbagai hal yang tersebut telah mengemuka belakangan ini. Jelas, hal ini akan mengaburkan tugas dan jati diri mahasiswa itu sendiri dan gambaran di atas sangat jauh bertolak belakang dengan gambaran pemuda mahasiswa seperti yang kita lihat pada masa sebelumnya. Dengan kata lain kita tidak akan pernah lagi mendapati para pemuda seperti Soekarno, Hatta, Soe Hok Gie serta pemuda lain yang dengan intelektualitas serta semangat progresifnya mampu mendorong perubahan di Indonesia. Kita hanya akan mendapati para pemuda mahasiswa di pusat-pusat perbelanjaan menghabiskan uang serta tertawa untuk hal-hal yang sangat tidak substansial untuk mereka lakukan. Melihat hal tersebut perlu adanya suatu wadah dimana nilai luhur perguruan tinggi tetap terjaga demi suatu pencapaian yang riil untuk kemajuan masyarakat.
Organisasi kemahasiswaan sebagai wadah kolektifitas mahasiswa bertugas untuk membangun kekuatan mahasiswa sebagaimana yang tergambar dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan kerja-kerja kolektif di organisasi kemahasiswaan tentunya pembangunan karakter mahasiswa yang intelek dan bertanggung jawab dapat lebih terarah. Secara lebih terperinci nilai-nilai yang ingin ditonjolkan untuk membangun karakter mahasiswa seperti yang tergambar di atas tidak boleh melenceng dari nilai-nilai kemanusiaan, nilai kemanusiaan inilah yang kemudian menjadi ruh dalam setiap gerak di organisasi kemahasiswaan. Maka dengan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan inilah, prosesi pengkaderan sebagai alat penyampai nilai tersebut kepada seluruh mahasiswa menjadi rutinitas dalam organisasi kemahasiswaan. Poin inilah yang belakangan ini sering dilupakan oleh orang-orang yang bergerak di organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan proses pengkaderan. Nuansa pengkaderan yang selama ini diidentikkan dengan kekerasan dan perpeloncoan menjadi momok dalam setiap pelaksanaannya, sehingga permasalahan ini menjadi perhatian utama kami dalam menciptakan konsep dan pada pengawalan pelaksanaan kegiatan pengkaderan. Kecenderungan yang terjadi belakangan ini telah menuju ke arah positif, budaya primitif tersebut dapat digantikan dengan budaya yang menonjolkan semangat kebersamaan dan intelektualitas. Proses pengkaderan inilah yang menjadi poin penting dalam kerja organisasi yang kemudian bertujuan menjaga nilai luhur dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang semakin tereduksi ataupun tergeser oleh hal-hal yang bersifat pragmatis. Tanpa pengkaderan mustahil nilai luhur dalam Tri Dharma
Perguruan Tinggi dapat tersalurkan dengan baik.
Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas (SEMA FE-UH) merupakan organisasi kemahasiswaan yang berorientasi kepada pembangunan karakter mahasiswa sebagaimana yang tercermin dalam Tri Dharma perguruan Tinggi. Sebagaimana visi SEMA FE-UH periode 2011-2012 yaitu Peningkatan Mutu dan Kapasitas Kader Melalui Penguatan Basic Keilmuan menuju Penguatan Kelembagaan Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat. Semangat intelektualitas menuju pengabdian kepada masyarakat menjadi inti dari visi yang dibawa SEMA FE-UH. Maka dari itu, proses pengkaderan yang dilakukan oleh SEMA FE-UH bertujuan untuk menanamkan semangat intelektualitas serta pengabdian kepada masyarakat pada setiap kadernya. SEMA FE-UH memiliki empat tahapan pengkaderan yang ditetapkan untuk semua kadernya yaitu, Pengkaderan Awal tingkat SEMA FE-UH, Pengkaderan Awal tingkat ORMAJU (Organisasi Mahasiswa Jurusan), Pra Latihan Kepemimpinan, dan Latihan Kepemimpinan. Dalam tiap tahapan tersebut terdapat beberapa penekanan yang berbeda. Pengkaderan awal tingkat SEMA FE-UH lebih diarahkan pada pengenalan lingkungan kampus. Tidak bisa dipungkiri bahwa peralihan dari masa SMA sampai kepada kuliah memerlukan beberapa bentuk penyesuaian. Maka dari itu, Pengkaderan Awal tingkat SEMA FE-UH ingin mengenalkan gambaran mahasiswa sebagaimana amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pengkaderan Awal tingkat SEMA FE-UH untuk tahun ini bernama KAPITAL (Kaderisasi; Penanaman Nilai Tahap Awal) 2011, dengan tema Membangun Relasi Intelektualitas menuju Konsistensi Berlembaga dalam Khazanah Kemanusiaan. Dari tema ini ada beberapa poin yang ingin ditekankan seperti, membangun relasi intelektualitas, konsistensi berlembaga, dan dibingkai dalam khazanah kemanusiaan. Sebagaimana penjelasan sebelumnya, kami ingin mengenalkan gambaran mahasiswa yang ideal. Pembangunan relasi intelektualitas berbicara tentang bagaimana membangun semangat intelektualitas mahasiswa sebagaimana ciri khas mahasiswa itu sendiri dan tentunya harus dengan ciri mahasiswa ekonomi yaitu dengan basis keilmuan ekonomi. Basis keilmuan itu sendiri harus dilengkapi dengan pembangunan kesadaran kritis, hal ini dimaksudkan agar dalam mengkaji segala fenomena yang ada kita akan berpikir lebih analitis, objektif, dan kritis. Maksudnya adalah dengan kesadaran kritis seseorang akan menelaah suatu fenomena secara lebih mendalam dan sifatnya menyeluruh. Jadi, basis keilmuan ekonomi bisa dihubungkan dengan berbagai fenomena yang ada baik itu dalam ranah politik, budaya, hukum, dan sebagainya. Membangun kebersamaan antara seluruh mahasiswa menjadi salah satu poin untuk tahap ini sehingga diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang timbul akibat perbedaan-perbedaan etnis, ras, suku, maupun agama. Setelah pembangunan intelektualitas dicapai maka diharapkan kader yang terbentuk adalah kader yang mempunyai konsistensi berlembaga. Konsistensi berlembaga yang dimaksudkan adalah kader yang dengan intelektualitasnya mempunyai integritas yang dapat diandalkan untuk turut membangun Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi UNHAS dalam mencapai tujuannya. Tampakan kader yang dilihat disini adalah kader yang memiliki kedisiplinan serta tanggung jawab akan segala kapasitas yang dimilikinya. Terakhir adalah seluruh proses ini dibingkai dalam khazanah kemanusiaan dimana diharapkan dari proses ini tercipta manusia-manusia yang dengan segala potensinya dapat berpengaruh di lingkungan sekitarnya.
Nama Kegiatan
KAPITAL 2011 (Kaderisasi; Penanaman Nilai Tahap Awal) 2011,
Tema Kegiatan
Membangun Relasi Intelektualitas menuju Konsistensi Berlembaga dalam Khazanah Kemanusiaan.
Tujuan kegiatan
Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pengenalan Kondisi Kampus
Selasa, 02 Agustus 2011
TRAINING OF TRAINER
Pada hari Selasa 26 Juli 2011, Departemen Pengkaderan SEMA FE UH mengadakan kegiatan dengan nama “Training of Trainer Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin 2011” dengan tema “Progresivitas Pengembangan Skill Kader dengan Spirit Keekonomian”. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 26 hingga 28 Juli 2011 bertempatkan di Gedung LPTQ. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan keterampilan tentang metode dalam mengelola forum dan meningkatkan kemampuan dalam membawakan materi. Peserta merupakan Keluarga mahasiswa Senat Mahasiswa dengan rincian sebagai berikut:
No. Nama Jurusan
1. Husni Mubarak R. Ilmu Ekonomi
2. Rahmawati Ilmu Ekonomi
3. Mughni Latifah Ilmu Ekonomi
4. Zulfadli Pahlawan Ilmu Ekonomi
5. Rusman Ilmu Ekonomi
6. Afifa Fadhilah Ilmu Ekonomi
7. Ismail Alimuddin Ilmu Ekonomi
8. Ahmad Fadel Ilmu Ekonomi
9. Muh.Rizky Syam Ilmu Ekonomi
10. Abdul Haris Manajemen
11. Nurul Amalina Manajemen
12. Novayanti Budiman Manajemen
13. Windri Fitriani Manajemen
14. Puput Purnama Sidik Manajemen
15. Ahmad Maulana Putra Manajemen
16. Munawir Manajemen
17. M. Zarr Al-Ghiffari Manajemen
18. Eka Desy Saputri Manajemen
19. Rahmat Syarif Manajemen
20. Stefani Irene Akuntansi
21. A.Jusmatang Akuntansi
22. Musdalifah Isnaeni Akuntansi
23. Rizky Utami Akuntansi
24. Muh. Arqam Salam Akuntansi
25. Muwahid Ummah Akuntansi
26. Suryawinarwaan Akuntansi
27. Andi Sri Wahyuni Akuntansi
Adapun susunan panita Training of Trainer Sema FEUH:
Ketua : Muh. AidilArdiansyah
Sekertaris : FuadDwiDarmawan
Bendahara : UlfiaDarwis
Anggota : BayuFitrahSyam
Alique La Passawung
Rahmayanti Sultan
AmanahUtamiNasrun
Nursidah
Andriani
Sri FatmasariSyam
LiliyaniRidwan
Fatmawati
MuthiyaNurFitriani
YenniMasni
Eva Irwanti
AndiAmirullah
Jusmawan
AstriDyastiarini
Peserta Training of Trainer SEMA FE UH.
Kanda Syarief Dinan Yahya sebagai salah satu fasilitator pada Training of Trainer bersama peserta.
Minggu, 03 Juli 2011
RAPAT SC PENGKADERAN AWAL TINGKAT SEMA FE-UH 2011
Rapat SC Pengkaderan Awal Tingkat SEMA FE-UH. 22 Juni 2011
foto oleh: Hasmalaely
PENGKADERAN AWAL TINGKAT SENAT MAHASISWA FE-UH
STEERING COMMITTEE
1. Muh. Maula Razak (Coord.)
2. Arliman
3. A. Sulkifli
4. Bilal A. Wahid
5. Sri Rahayu
6. Zulkifli Fadli
7. A. Durrunnisa
8. Fakhruddin
9. Muh. Ashoer Zaenal
10. Nur Rahma Aria
11. Ayu Azhariyah
12. Arif Yusri
13. Nurul Ainun
ALUR RAPAT
1. Analisis Masalah
-Brainstorming
-Via jejaring sosial (ex : facebook)
-Observasi personal
•Sasaran : mahasiswa fe-uh
•Tujuan : mengevaluasi prosesi yang kemarin (masalah yang ada di ospek atau pengkaderan secara umum dan saran-saran untuk prosesi ke depan)
•Orang-orang yang mau di observasi (angkatan 2005-2010)
2. Analisis Kebutuhan
3. Alur Nilai
4. Keyword
5. Tema
6. Materi
TIME SCHEDULE
JUNI
M___T___W___T___F___S___S
________________10__11__12
13__14__15__16__17__18__19
20__21__22__23__24__25__26
27__28__29__30
10 Juni Rapat Perdana SC OSPEK
17 Juni Observasi Personal (selesai)
24 Juni Analisis Masalah (selesai)
JULI
M___T___W___T___F___S___S
________________1___2___3
4___5___6___7___8___9___10
11__12__13__14__15__16__17
18__19__20__21__22__23__24
25__26__27__28__29__30__31
1 Juli Analisis Kebutuhan (selesai)
15 Juli Alur nilai (selesai)
24 Juli Keyword + tema (selesai)
AGUSTUS
M___T___W___T___F___S___S
1___2___3___4___5___6___7
8___9___10__11__12__13__14
15__16__17__18__19__20__21
22__23__24__25__26__27__28
29__30__31
13 Agustus Materi (selesai)
15-21 Agustus Deadline konsep ospek selesai
22 Agutus Kuliah Perdana
SEPTEMBER
M___T___W___T___F___S___S
____________1___2___3___4
5___6___7___8___9___10__11
12__13__14__15__16__17__18
19__20__21__22__23__24__25
26__27__28__29__30
24-25 September OSPEK 2011
---...---
foto oleh: Hasmalaely
PENGKADERAN AWAL TINGKAT SENAT MAHASISWA FE-UH
STEERING COMMITTEE
1. Muh. Maula Razak (Coord.)
2. Arliman
3. A. Sulkifli
4. Bilal A. Wahid
5. Sri Rahayu
6. Zulkifli Fadli
7. A. Durrunnisa
8. Fakhruddin
9. Muh. Ashoer Zaenal
10. Nur Rahma Aria
11. Ayu Azhariyah
12. Arif Yusri
13. Nurul Ainun
ALUR RAPAT
1. Analisis Masalah
-Brainstorming
-Via jejaring sosial (ex : facebook)
-Observasi personal
•Sasaran : mahasiswa fe-uh
•Tujuan : mengevaluasi prosesi yang kemarin (masalah yang ada di ospek atau pengkaderan secara umum dan saran-saran untuk prosesi ke depan)
•Orang-orang yang mau di observasi (angkatan 2005-2010)
2. Analisis Kebutuhan
3. Alur Nilai
4. Keyword
5. Tema
6. Materi
TIME SCHEDULE
JUNI
M___T___W___T___F___S___S
________________10__11__12
13__14__15__16__17__18__19
20__21__22__23__24__25__26
27__28__29__30
10 Juni Rapat Perdana SC OSPEK
17 Juni Observasi Personal (selesai)
24 Juni Analisis Masalah (selesai)
JULI
M___T___W___T___F___S___S
________________1___2___3
4___5___6___7___8___9___10
11__12__13__14__15__16__17
18__19__20__21__22__23__24
25__26__27__28__29__30__31
1 Juli Analisis Kebutuhan (selesai)
15 Juli Alur nilai (selesai)
24 Juli Keyword + tema (selesai)
AGUSTUS
M___T___W___T___F___S___S
1___2___3___4___5___6___7
8___9___10__11__12__13__14
15__16__17__18__19__20__21
22__23__24__25__26__27__28
29__30__31
13 Agustus Materi (selesai)
15-21 Agustus Deadline konsep ospek selesai
22 Agutus Kuliah Perdana
SEPTEMBER
M___T___W___T___F___S___S
____________1___2___3___4
5___6___7___8___9___10__11
12__13__14__15__16__17__18
19__20__21__22__23__24__25
26__27__28__29__30
24-25 September OSPEK 2011
---...---
Sabtu, 18 Juni 2011
RAPAT SC TOT 2011
Picture. Rapat SC TOT 18 Juni 2011
NAMA-NAMA STEERING COMMITEE:
- MUH. JAMIL ALZAIN (STUDI PEMBANGUNAN '07)
- SYARIEF DINAN YAHYA (MANAJEMEN '07)
- HIKSAN NUR (MANAJEMEN '08)
- WINDA JUNITA ILYAS (AKUNTANSI '07)
- MUSYAYYIDAH P. MARAULENG (AKUNTANSI '08)
HASIL RAPAT
ANALISIS MASALAH [AM] DAN ANALISIS KEBUTUHAN [AK]
1.Pengkader kurang memahami hakekat pengkaderan
AM:Banyak pengkader tidak paham akan substansi pengkaderan karena kata “pengkaderan” dipahami hanya ada dalam prosesi formal
AK:Memberikan pemahaman tentang hakekat pengkaderan
2.Pengetahuan psikologi pengkader kurang terhadap kader
AM:Pengkader tidak mampu melihat kecenderungan kader karena tidak memahami kondisi psikologis kader, misalnya dalam forum
AK: a. Perbaiki komunikasi
b. Pengkaderan kultural
c. Identifikasi potensi kader
3.Output TOT yang menjadi pendamping “kabur” dari pengawalan
AM:Banyak pendamping yang telah melulusi TOT malah meninggalkan fungsi pendampingannya. Padahal, pendamping diharapkan menjadi pemegang tongkat estafet pengkaderan
AK:Pemahaman tujuan pelaksanaan TOT
4.Kader kurang menerapkan budaya ilmiah
AM:Asumsi kader sudah punya pengetahuan tentang budaya ilmiah yang didapatkan dalam prosesi pengkaderan formal, misalnya pengenalan budaya ilmiah lewat PATO. Tapi, pengetahuan tersebut kurang di tataran aplikasi
AK:Jadikan budaya ilmiah sebagai metode TOT
5.Malas belajar
AM:apakah kader yang malas belajar atau malas mengajarkan? Ataukah metode pembelajarannya yang tidak mampu menstimulasi kader untuk belajar?
AK:Metode TOT, misalnya gunakan Quantum Learning, Quantum Teaching
6.Follow up TOT tidak maksimal
AM:Pengalaman kemarin output TOT tidak maksimal ikut follow up TOT kemarin [Ecofest]
AK:Maksimalkan follow up dan gunakan budaya ilmiah untuk follow up TOT [jika ada follow up]
7.Pengkader instan
AM:Ada patahan proses sehingga menganggu konstalasi pengkaderan
AK:Buatkan metode yang menarik
NILAI
1.Hakekat pengkaderan [AK poin1, poin 2b
2.Budaya ilmiah [AK poin 4, poin 5, poin 6]
3.Pengenalan potensi kader [AK poin 2c]
KEYWORDS:
1.Pengembangan skill
2.Motivasi
3.Inovatif
PROGRAM KERJA DEPARTEMEN PENGKADERAN
NAMA-NAMA STEERING COMMITEE:
- MUH. JAMIL ALZAIN (STUDI PEMBANGUNAN '07)
- SYARIEF DINAN YAHYA (MANAJEMEN '07)
- HIKSAN NUR (MANAJEMEN '08)
- WINDA JUNITA ILYAS (AKUNTANSI '07)
- MUSYAYYIDAH P. MARAULENG (AKUNTANSI '08)
HASIL RAPAT
ANALISIS MASALAH [AM] DAN ANALISIS KEBUTUHAN [AK]
1.Pengkader kurang memahami hakekat pengkaderan
AM:Banyak pengkader tidak paham akan substansi pengkaderan karena kata “pengkaderan” dipahami hanya ada dalam prosesi formal
AK:Memberikan pemahaman tentang hakekat pengkaderan
2.Pengetahuan psikologi pengkader kurang terhadap kader
AM:Pengkader tidak mampu melihat kecenderungan kader karena tidak memahami kondisi psikologis kader, misalnya dalam forum
AK: a. Perbaiki komunikasi
b. Pengkaderan kultural
c. Identifikasi potensi kader
3.Output TOT yang menjadi pendamping “kabur” dari pengawalan
AM:Banyak pendamping yang telah melulusi TOT malah meninggalkan fungsi pendampingannya. Padahal, pendamping diharapkan menjadi pemegang tongkat estafet pengkaderan
AK:Pemahaman tujuan pelaksanaan TOT
4.Kader kurang menerapkan budaya ilmiah
AM:Asumsi kader sudah punya pengetahuan tentang budaya ilmiah yang didapatkan dalam prosesi pengkaderan formal, misalnya pengenalan budaya ilmiah lewat PATO. Tapi, pengetahuan tersebut kurang di tataran aplikasi
AK:Jadikan budaya ilmiah sebagai metode TOT
5.Malas belajar
AM:apakah kader yang malas belajar atau malas mengajarkan? Ataukah metode pembelajarannya yang tidak mampu menstimulasi kader untuk belajar?
AK:Metode TOT, misalnya gunakan Quantum Learning, Quantum Teaching
6.Follow up TOT tidak maksimal
AM:Pengalaman kemarin output TOT tidak maksimal ikut follow up TOT kemarin [Ecofest]
AK:Maksimalkan follow up dan gunakan budaya ilmiah untuk follow up TOT [jika ada follow up]
7.Pengkader instan
AM:Ada patahan proses sehingga menganggu konstalasi pengkaderan
AK:Buatkan metode yang menarik
NILAI
1.Hakekat pengkaderan [AK poin1, poin 2b
2.Budaya ilmiah [AK poin 4, poin 5, poin 6]
3.Pengenalan potensi kader [AK poin 2c]
KEYWORDS:
1.Pengembangan skill
2.Motivasi
3.Inovatif
Jumat, 17 Juni 2011
INFORMASI KEMA - C0611
Dalam rangka pelaksanaan "Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXIV Universitas Hasanuddin Makassar 2011", dibuka kesempatan untuk bisa bergabung dalam kegiatan tersebut sebagai LO dan panitia.
Bagi Kema yang berminat untuk berpartisipasi dapat berhubungan langsung dengan DEPARTEMEN HUMAS SEMA FE UH.
Bagi Kema yang berminat untuk berpartisipasi dapat berhubungan langsung dengan DEPARTEMEN HUMAS SEMA FE UH.
INFORMASI KEMA - A0611
KEGIATAN NASIONAL:
"PAGELARAN MAHASISWA TINGKAT NASIONAL BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TAHUN 2011"
(GEMASTIK-IV-2011)
YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 2 MEI-13 OKTOBER 2011.
BERTEMPAAT DI INTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) SUKOLILO, SURABAYA
BAGI KEMA YANG BERMINAT UNTUK BERPARTISIPASI DAN MEMERLUKAN INFORMASI MENGENAI KEGIATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA WEBSITE:
http://www.gemastik.its.ac.id
"PAGELARAN MAHASISWA TINGKAT NASIONAL BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TAHUN 2011"
(GEMASTIK-IV-2011)
YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 2 MEI-13 OKTOBER 2011.
BERTEMPAAT DI INTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) SUKOLILO, SURABAYA
BAGI KEMA YANG BERMINAT UNTUK BERPARTISIPASI DAN MEMERLUKAN INFORMASI MENGENAI KEGIATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA WEBSITE:
http://www.gemastik.its.ac.id
INFORMASI KEMA - B0611
KEGIATAN INTERNASIONAL:
"WORLD RENEWABLE ENERGY CONGRESS - INDONESIA - INTERNASIONAL CONFERENCE AND EXHIBITON ON RENEWABLE ENERGY AND ENERGY EFFICIENCY, BALI 2011 (WREC - INDONESIA, BALI 2011)
OLEH: MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA (METI) BEKERJASAMA DENGAN WORLD RENEWABLE ENERGY NETWORK (UK)
DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 17-19 OKTOBER 2011
BERTEMPAT DI NUSA DUA BALI-INDONESIA
BAGI KEMA YANG BERMINAT DAN MEMERLUKAN INFORMASI MENGENAI KEGIATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA WEBSITE:
http://www.wreeec2011bali.com
"WORLD RENEWABLE ENERGY CONGRESS - INDONESIA - INTERNASIONAL CONFERENCE AND EXHIBITON ON RENEWABLE ENERGY AND ENERGY EFFICIENCY, BALI 2011 (WREC - INDONESIA, BALI 2011)
OLEH: MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA (METI) BEKERJASAMA DENGAN WORLD RENEWABLE ENERGY NETWORK (UK)
DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 17-19 OKTOBER 2011
BERTEMPAT DI NUSA DUA BALI-INDONESIA
BAGI KEMA YANG BERMINAT DAN MEMERLUKAN INFORMASI MENGENAI KEGIATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA WEBSITE:
http://www.wreeec2011bali.com
Sabtu, 28 Mei 2011
DIALOG KEMAHASISWAAN
foto oleh:Zulkifly Fadly
Nama Kegiatan: DIALOG KEMAHASISWAAN
Tempat : Ruang Aula FIS A FE-UH
Tanggal : 27 Mei 2011
Dihadiri oleh:
Dekan FE-UH, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Ketua Jurusan Akuntansi, Ketua SEMA FE-UH, Ketua Umum IMMAJ, Ketua Umum HIMAJIE, Ketua IMA, pengurus lembaga, KEMA FE-UH
- Pihak birokrat berencana membuatkan lahan parkir yang lebih dekat dengan fakultas apabila proposal yang telah diajukan oleh rektorat diterima.
- Pihak birokrat tidak setuju adanya lapangan sepak bola di Fakultas Ekonomi, dan akan merenovasinya menjadi taman.
- Ingin menciptakan iklim yang lebih akademis di Fakultas Ekonomi, sehingga jam malam diberlakukan bagi seluruh kegiatan kemahasiswaan.
- Lembaga Mahasiswa boleh menggunakan fasilitas fakultas terutama ruangan sampai jam 9 malam. Lembaga Mahasiswa boleh menggunakan ruangan diatas jam 9 malam, apabila melalui persetujuan Wakil Dekan III dengan syarat harus menjaga keamanan.
- Kuliah tambahan untuk hari Sabtu-Minggu diperbolehkan atas persetujuan mahasiswa dan pimpinan fakultas.
Nama Kegiatan: DIALOG KEMAHASISWAAN
Tempat : Ruang Aula FIS A FE-UH
Tanggal : 27 Mei 2011
Dihadiri oleh:
Dekan FE-UH, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Ketua Jurusan Akuntansi, Ketua SEMA FE-UH, Ketua Umum IMMAJ, Ketua Umum HIMAJIE, Ketua IMA, pengurus lembaga, KEMA FE-UH
- Pihak birokrat berencana membuatkan lahan parkir yang lebih dekat dengan fakultas apabila proposal yang telah diajukan oleh rektorat diterima.
- Pihak birokrat tidak setuju adanya lapangan sepak bola di Fakultas Ekonomi, dan akan merenovasinya menjadi taman.
- Ingin menciptakan iklim yang lebih akademis di Fakultas Ekonomi, sehingga jam malam diberlakukan bagi seluruh kegiatan kemahasiswaan.
- Lembaga Mahasiswa boleh menggunakan fasilitas fakultas terutama ruangan sampai jam 9 malam. Lembaga Mahasiswa boleh menggunakan ruangan diatas jam 9 malam, apabila melalui persetujuan Wakil Dekan III dengan syarat harus menjaga keamanan.
- Kuliah tambahan untuk hari Sabtu-Minggu diperbolehkan atas persetujuan mahasiswa dan pimpinan fakultas.
Senin, 23 Mei 2011
PENGURUS SEMA FE-UH
No. 001/ KPTS/A/ IST/ SEMA FE-UH /IV/ 2011
SUSUNAN PENGURUS SENAT MAHASISWA
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN
PERIODE 2011-2012
KETUA UMUM : MUH. ZULKARNAIN
SEKERTARIS UMUM : KURNIAWAN
WAKIL SEKERTARIS UMUM : YULI PERMATASARI
BENDAHARA : NURUL AMALINA
DEPARTEMEN PENGKADERAN
DWI INDAH PRATIWI
ANDI RARA BIDJA GADING
BILAL A.WAHID
SELVY A. SYARIEF
DEPARTEMEN MINAT & BAKAT
ZETH ABADI T.
ARIO WAHYUDI
HENDRIK
PIERCE ABRIM Y.
DEPARTEMEN AKSI & ADVOKASI
MUH.FURQAN AMANSYAH
ACHMAD SATRIA IDAMAN
NURUL FAJRI
SURYAWINARWAN
DEPARTEMEN KESEKERTARIATAN
ZIPRAH ARISANDY
INDRIANTI LINTING
ALDONA PRISILIA
ALHIRIANI
DEPARTEMEN HUMAS
HASMIRA ANWAR
ANDI ZULKIFLI
OLIVIA DEVI. YP
HASMA LAELY MUSTAIN
DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS
NURUL ARIFAH
MUH. TAUFIK MALIK
MUAYYIDIL HAQ
SRI RAHAYU
BADAN SEMI OTONOM
EQULIBRIUM ABDUL DARMANTO
CSEIR MUH.YUSRAN
MEDKOM DIAN SABRINA
SUSUNAN PENGURUS SENAT MAHASISWA
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN
PERIODE 2011-2012
KETUA UMUM : MUH. ZULKARNAIN
SEKERTARIS UMUM : KURNIAWAN
WAKIL SEKERTARIS UMUM : YULI PERMATASARI
BENDAHARA : NURUL AMALINA
DEPARTEMEN PENGKADERAN
DWI INDAH PRATIWI
ANDI RARA BIDJA GADING
BILAL A.WAHID
SELVY A. SYARIEF
DEPARTEMEN MINAT & BAKAT
ZETH ABADI T.
ARIO WAHYUDI
HENDRIK
PIERCE ABRIM Y.
DEPARTEMEN AKSI & ADVOKASI
MUH.FURQAN AMANSYAH
ACHMAD SATRIA IDAMAN
NURUL FAJRI
SURYAWINARWAN
DEPARTEMEN KESEKERTARIATAN
ZIPRAH ARISANDY
INDRIANTI LINTING
ALDONA PRISILIA
ALHIRIANI
DEPARTEMEN HUMAS
HASMIRA ANWAR
ANDI ZULKIFLI
OLIVIA DEVI. YP
HASMA LAELY MUSTAIN
DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS
NURUL ARIFAH
MUH. TAUFIK MALIK
MUAYYIDIL HAQ
SRI RAHAYU
BADAN SEMI OTONOM
EQULIBRIUM ABDUL DARMANTO
CSEIR MUH.YUSRAN
MEDKOM DIAN SABRINA
Langganan:
Postingan (Atom)














